Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2015

When we were close to the sky

It was high It was far away It was quiet And we were pray silently It was bright We could feel the warmth And we smiled each other Too many stories untold Too many memory unshared I wished we could sit like this someday See the same views but different stories or Maybe a different feeling I wished I could change everything, To make you understand this clearly I wished moment like this will long last, When we were close to the sky And sat next to each other Shared the moment together 23 January 2015 Liris Nb: this photo taken from flight Kupang - Jakarta on October 12th 2014.

Berpisah

Setiap yang datang Suatu hari akan pergi Dengan cara apapun Sayangnya kebanyakan manusia tidak pernah waspada akan hal ini Itulah mengapa perpisahan selalu terasa sulit terasa berat Aku ingin memelukmu sekali lagi Memastikan kepergianku adalah karena aku bahagia Bahagia untuk kamu Mungkin jejak kita, memori itu akan hilang sekejap Tapi biarkan aku memelukmu Memelukmu sekali lagi Jakarta, 26 Desember 2014 Liris

And we never eat the ice cream

Kita pernah berjanji satu waktu Akan duduk di taman dan bercerita Tentang mimpi, cita-cita dan harapan Bercerita dengan cepat Berlomba dengan lelehan es krim yang terkadang menetes ke tangan kita Kita pernah berjanji satu waktu Akan selalu ada satu sama lain Mengalahkan apapun bersama-sama Berbagi tawa dan air mata .. Lalu masing-masing kita lelah menunggu Kita selalu duduk di taman di waktu yang berbeda Tak jelas lagi siapa menunggu siapa Lalu kita lupa..dan menghilang Dan..kita tidak pernah memakan eskrimnya. Jakarta, 18 Januari 2015 Liris Nb: i just random pick up the picture at weheartit(dot)com

My first write to heal session

I was writing before. Buat beberapa orang mungkin tahu sebelum blog ini, gue punya blog lain. I was blogging for more than 5 years. And for personal reason, I decided to stop writing. Setelah setahun, gak tahan juga. Udah lama banget pengen nulis lagi tapi gak tau mau nulis apa. Haha. I've been talking with my friend, Ivan, about my desire to write. Awalnya gue ngajakin Ivan buat bikin satu projek senang-senang. Fyi, Ivan itu salah satu pemain teater di Bandung, Jawa Barat. Dari obrolan ngalor ngidul itulah akhirnya Ivan juga nyaranin gue buat nulis. He said that I have to start to write if I wanna writing again. Kuncinya adalah memulai. Menulis apapun. Masih belum tergugah sampe akhirnya Ibil nyadarin gue tentang kepayahan gue dalam mengonsepkan hidup. Duh. And Ivan was right, yang gue butuhin adalah memulai. Mulai menulis. And thanks to Farida yang bikin write to heal session. Karena gue merasa butuh konsep buat nulis. Butuh hal yang "memaksa" gue buat nulis. Dan p...

Book's review: Before I go to sleep

I've just finished read this book: Before I go to sleep by S. J. Watson. This book remind me of the movie titled 50 First Dates. Karena buku ini bercerita tentang perempuan yang terkena amnesia. Her memory can only stand for one day. Seems similar, eh? Yang membedakan antaranya adalah buku ini lebih bergenre thriller. Beda sama film 50 First Dates yang bergenre romance. Well, buku ini bercerita tentang Christine yang kehilangan memorinya ketika berusia 30an. She couldn't remember anything at the first time; her job, her husband, her son, her life. Setiap hari dia selalu bangun dengan banyak pertanyaan tentang siapa dirinya. Her husband helps her to gives information about her memories. But what  if He just telling only half the story? Disinilah konflik muncul. Christine berusaha mencari tahu sejauh mana informasi yang ia dapat adalah benar. She started to write a journal, everyday. Dari tulisannya lah dia mulai tahu bahwa banyak informasi yang gak benar. So what's the endi...