Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Paham

Dear M, Sekarang aku paham Dimana kamu meletakkanku dalam hidupmu Nyatanya aku hanya Seperti iklan di Youtube Yang kamu nikmati jika mau Yang ingin kamu abaikan saja Aku tak lebih seperti iklan-iklan bilboard Kamu tahu aku ada Tapi tak memberikan cukup arti Aku paham sekarang Dimana kamu letakkanku Aku bukanlah pelengkap Aku bukanlah akhirmu Aku hanya lewat sepintas dihatimu Sekarang aku paham itu

Menyerah pada tanda tanya

Aku hanya lelah Sudah banyak tanda tanya Menggantung tanpa jawaban Aku hanya lelah Berulangkali meninggalkan tanda tanya Tanpa tahu seperti apa jawaban Aku hanya lelah Tak kutemui jawaban Atas segala tanda tanya Dan aku hanya ingin menyerah Menyerah pada tanda tanya

Gender Equality, Women Empowerment?

Beberapa minggu lalu, nggak sengaja ngobrol tentang gender equality sama Monang dan dua hari lalu gue mengalami gender discrimination. Jadi gatel pengen bahas hal ini di sini.  Awalnya, gue cuma terlibat perbincangan ngalor ngidul yang berujung janjian untuk nongkrong bareng. Dan tiba-tiba muncul pernyataan: “Liris, kamu itu perempuan, nggak apa-apa kalo pergi jauh?” Dan gue si over sensitif seketika terpaku dan bingung mau jawab apa. Rasanya pengen buru-buru nyolot, “emang kenapa kalau gue perempuan, hah? Gak boleh main jauh, hah?” tapi gue memilih untuk diem aja dulu. Menurut gue, itu baru contoh simple bagaimana perempuan sering jadi korban diskriminasi. Dan sebenernya beberapa kali gue nemuin hal-hal itu di tempat kerja, yang seharusnya berisi orang-orang yang punya pemikiran terbuka. Misalnya aja ketika proses perekrutan karyawan baru, harus banget ditulis kriterianya mesti Laki-laki atau Perempuan? #nyinyir Hasil ngobrol sama Monang di beberapa minggu lalu, kita juga ...

Start a new beginning

It was a simple "Hi" It was a simple smile That could change my entire week I'm waiting for our next meeting, Become to curious about someone (after so many years) Re-check again and again my phone, In case you text me It was a simple "Hi" But you just didn't realize how happy I am It was a simple smile And you just woke my butterfiles up on my tummy "Hi, I'm ready to start a new beginning"

I can't even if I want to

I can’t forget about you My memories about you maybe fade away But my hands remember you Remember how we held each other But my lips remember you Remember how much I smiled when I was with you But my eyes remember you Remember how tears fell down when you were gone I can’t forget you even if I want to I just can not 

How could you?

Why I fell in love with you? I don’t know exactly why but I remember the things. I remember our first time met each other.  We had dinner together at famous fast food restaurant. Our awkward conversation. But then you started to teased me. I remember I didn’t look you as a man at first. You were just my friend’s best friend. I remember our second time met each other.  I called you then you startled. You gave  me an awkward smile. I remember when I cried because of I broke up with my (ex) boyfriend, then you just been there. Sat quietly beside me and listened that long story. I remember you always took care of me. You used to be always make sure I got home safely. I remember we went to your favorite singer’s mini concert. I never seen you as happy as that day.  When you became a fanboy. I remember we spent 11 hours together, did random things, had movies marathon and at the end of day you drove me home. I remember first postcard that sent by you. I remember...

Ilusi

Suara denting piano mengingatkanku tentangmu Tentang semua waktu yang kita nikmati bersama Konser musik, kerja larut malam, menonton film atau hanya sekedar minum kopi Mungkin...dulu, hal itu begitu berharga Sampai aku tak ingin berbagi dengan siapa pun Dulu, ingin sekali kuhentikan waktu agar bisa kunikmati waktu bersamamu lebih lama Suara denting piano ini, mengingatkanku padamu Ada kalanya aku menghabiskan malam tanpa tidur Hanya mendengarkan suara piano Berharap kamu benar-benar pergi dariku Dari pikiranku Kini aku menyadari Sejak hari itu Ketika kita bertemu jalan persimpangan Sejak itulah aku membuat ilusi Ilusi tentang hari tanpa hitam Hari tanpa luka Hari tanpa tangis Hari penuh warna Aku ingin melepasmu sekali lagi Menghapus ilusi tentangmu Menikmati waktu tanpamu Karena kurasa aku mampu Membuat hariku penuh warna Bukan hanya dalam pikiran Walau itu bukan dengan kamu

Write to Heal: Sadar Rasa bukan Abai Rasa

Walaupun sudah beberapa kali gue share tebtang write to heal, sekarang gue akan bahas lagi tentang write to heal. Apa itu Write to Heal? Write to heal adalah salah metode menulis yang dilakukan selama 20 menit tanpa jeda. Tujuannya memang untuk healing atau pengobatan. Pengobatan apa? Pengobatan mental. Untuk orang gila maksudnya? Gak semua orang yang gak gila itu sehat secara mental lho. Hehe. Jadi, seperti yang gue jelaskan, metode ini dilakukan hanya selama 20 menit. Selama 20 menit itu kita bebas menulis apa pun, dengan syarat apa yang kita tulis adalah hal yang berhubungan langsung dengan diri kita. Kita akan menulis tanpa jeda. Kita tidak diperbolehkan untuk berhenti sejenak untuk berpikir. Karena metode ini tidak menilai tata bahasa kita, penggunaan tanda baca, dsb. Kita hanya menulis selama 20 menit tanpa berhenti. Kalau di tengah-tengah proses kita ngerasa stuck, biarkan otak dan tangan menuntun kita untuk menulis apa pun. Ada saatnya dalam satu kali sesi write...
Pukul 01.04 dini hari di tempatnya 6 jam rentang waktu kami Saat aku mulai menikmati matahari terbit Di tempatnya bahkan matahari sedang tak mau muncul Pukul 18.10 petang di tempatku 6 jam rentang waktu kami Saat ia hanya mampu menikmati hamparan putih salju Di tempatku dapat kurasakan hangat matahari terbenam 6 jam rentang waktu kami Tak pernah waktu kami saling bersentuhan Hanya mampu saling mengejar Tidak mampu kutuliskan kata-kata gombal; Tenang, kita masih melihat langit yang sama Nyatanya berbeda 6 jam rentang waktu kami Dan aku rindu Rindu berbagi hangat yang sama