Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2016

Move On pt.1

Aku belajar berdamai dengan semua yang tentang kamu Lagu kesukaanmu Tempat minum kopi kesukaanmu Kopi yang selalu kamu pesan Lelucon garing andalanmu Film-film yang tak mau kamu lewatkan Semua hal yang membawaku pada memori tentang kamu Saat ini aku mulai mampu tersenyum Ketika memori itu menghampiri Ku yakini terlalu lama kamu bermain di memoriku Terlalu lama kita berbagi Tapi ku yakini pula Aku bisa tanpa kamu Aku bisa tanpa kita
Dan akhirnya aku benar-benar berhenti Memejamkan mataku Memeluk semua memori dalam ingatanku Tak ada penyesalan Hanya kelegaan Tak ada lagi keinginanku Untuk berbalik ke arahmu Menggapaimu Mengejarmu Ini perjalanan yang melelahkan  Begitu banyak pertemuan tak terduga Yang membuatku kembali jatuh padamu Dengan semua kelelahanku ini Aku memilih untuk berhenti Tak ada lagi cerita yang perlu kubagi Tak ada lagi mimpi-mimpi Harapan-harapan Aku hanya perlu berhenti Dan tak akan berbalik 

Muse - Significant Inspiration

"When you lose something you can't replace When you love someone, but it goes to waste Could it be worse? Lights will guide you home And ignite your bones And I will try to fix you" [Fix You - Coldplay] When I read about the story behind song above, I almost cry. Well, lebay ya. But it's true. Mungkin, penggemarnya Coldplay udah tahu banget apa cerita di balik lagu Fix You. Chris Martin, the vocalist, wrote that song when her (ex) wife, Gwyneth Paltrow's dad passed away. Jadi sebenernya lagu Fix You menceritakan their grief time. That's the reason why I cry. Ini cerita tentang Coldplay, tapi kenapa judulnya Muse? Well, akhir-akhirnya gue sering banget denger lagu-lagu Coldplay. Dan karena mereka lagi konser di Aussie, so many people posted about them on Instagram. Argh. And I played my favorite song of them, Fix You. And I remember the story behind that song. Chris Martin pasti nggak ujug-ujug nulis lirik lagu itu. Nggak seketika itu dapet ilham buat ...