Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Move On pt.1

Aku belajar berdamai dengan semua yang tentang kamu Lagu kesukaanmu Tempat minum kopi kesukaanmu Kopi yang selalu kamu pesan Lelucon garing andalanmu Film-film yang tak mau kamu lewatkan Semua hal yang membawaku pada memori tentang kamu Saat ini aku mulai mampu tersenyum Ketika memori itu menghampiri Ku yakini terlalu lama kamu bermain di memoriku Terlalu lama kita berbagi Tapi ku yakini pula Aku bisa tanpa kamu Aku bisa tanpa kita
Dan akhirnya aku benar-benar berhenti Memejamkan mataku Memeluk semua memori dalam ingatanku Tak ada penyesalan Hanya kelegaan Tak ada lagi keinginanku Untuk berbalik ke arahmu Menggapaimu Mengejarmu Ini perjalanan yang melelahkan  Begitu banyak pertemuan tak terduga Yang membuatku kembali jatuh padamu Dengan semua kelelahanku ini Aku memilih untuk berhenti Tak ada lagi cerita yang perlu kubagi Tak ada lagi mimpi-mimpi Harapan-harapan Aku hanya perlu berhenti Dan tak akan berbalik 

Muse - Significant Inspiration

"When you lose something you can't replace When you love someone, but it goes to waste Could it be worse? Lights will guide you home And ignite your bones And I will try to fix you" [Fix You - Coldplay] When I read about the story behind song above, I almost cry. Well, lebay ya. But it's true. Mungkin, penggemarnya Coldplay udah tahu banget apa cerita di balik lagu Fix You. Chris Martin, the vocalist, wrote that song when her (ex) wife, Gwyneth Paltrow's dad passed away. Jadi sebenernya lagu Fix You menceritakan their grief time. That's the reason why I cry. Ini cerita tentang Coldplay, tapi kenapa judulnya Muse? Well, akhir-akhirnya gue sering banget denger lagu-lagu Coldplay. Dan karena mereka lagi konser di Aussie, so many people posted about them on Instagram. Argh. And I played my favorite song of them, Fix You. And I remember the story behind that song. Chris Martin pasti nggak ujug-ujug nulis lirik lagu itu. Nggak seketika itu dapet ilham buat ...

I lost you then I miss you

"100 days. 100 days you were gone. How's heaven, dek?" Seingat gue, belum pernah gue ngerasa kehilangan sedalam ini. Banyak kenangan. Banyak harapan. Banyak penyesalan. Untuk kesekian kalinya gue menulis bagaimana rasa kehilangan gue. Untuk kesekian kalinya gue akan bilang gue kangen banget. "I miss you, dek. Did you ever? After you were gone, I realized everytime is precious time." Ini tentang Aster. Sepupu yang beda umurnya 6 tahun lebih muda dari gue. Yang udah gue anggap seperti adik sendiri. I've spent my 6 years with her during my Univ's life in Bandung . Dia yang nemenin gue tiap malem, we did pillow talk almost everyday. Sometimes I hugged her before I slept. Dia suka kucing. That's why she loved Hello Kitty so much . Dia selalu nonton tivi persis di depan tivi, karena males pakai kacamata. Dia suka Choi Minho, salah satu member boyband Korea Shinee. Dia sering jajanin gue batagor atau seblak tiap pulang sekolah. Dia pertama...
I hate the moment When I wake up at midnight And your name comes out I play music Try to be calm and back to sleep But randomly it plays your song Your favorite song From your favorite singer What should I do in the moment like this? Call you? Text you? Why you always come? In the middle of night Without permission Come from the darkness Stop it. Please. Go away.
Ada hari-hari dimana aku mengingatmu walaupun tak ingin Ada hari-hari dimana kamu menyeruak muncul dalam ruang-ruang imajiku Ada kerinduan yang tertahan di bibir Ragu untuk mengucap takut akan muncul lalu menguap Ada keinginan untuk memulai kembali Berharap semua kembali ke semula Baik-baik saja tanpa cela

First Time

Everyone have their own first time Someone said the best memories are the "first time" First step and first word at 1 year old First day to school First cycling without parent's help First doing National Exam First pajamas party First putting make up First boyfriend First holding hand First hug First kiss First broken heart Did you remember those first time? Did you remember our first time? Watched  film Junk food's dinner Walked home Sing songs Worked all night long Watched concert For first time, I wish there was no first Hi from you There was no first smile No first laugh First serious talk Calling my name For first time, I wish our stories wasn't exist Because afterwards I knew it wasn't all about us We're just wasted our time For first time, I wish there was no first time for us.

New York State of Mind

I guess New York is a good place for people who need some inspirations. New York seems a fabulous city in the world. Many people comes to New York to see how incredible this city. It comes in many scene of films, song lyrics and novels. I never been there but I am sure New York is really amazing. Akhir-akhir ini gue baca beberapa novel tentang New York. Dari beberapa novel itu, The Architecture of Love (TAOL) by Ika Natassa dan I Heart New York (IHNY) by Lindsey Kelk, memberikan beberapa kesamaan. Kesamaannya adalah it's all about love, New York (of course!) and writing. Tokoh di masing-masing novel memiliki background yang sama, yaitu penulis. Tapi bukan berarti kedua bukunya 100% sama persis ya. Walaupun tokohnya sama-sama penulis, mereka memiliki motif menulis yang berbeda. Raia in TAOL comes to New York because she needs inspiration to write a story. She got writer block, semacam kondisi yang dialami oleh penulis karena (sepertinya) kehabisan ide untuk menulis. Sedangkan...
Pada siapa bisa kubagi sepi ini? Hujan yang terus turun sejak sore Membuat dingin sekujur tubuhku Dimana kubisa menemukan kedamaian? Jika rintik hujan tak lagi membawa kesyahduan Hanya membuat bising telinga Salahkah hujan? Atau kesendirianku? Kesepian dalam rongga rindu? Sepi ini tak juga hilang Kuharap hujan membawanya turut serta Bersama derainya Bersama bisingnya.. Pada siapa bisa kubagi sepi ini? 4 Juli 2016 Liris

Book review: Beats Apart

People said "don't judge  book by its cover", but I (almost) always bought books by their cover. I tended to buy books because the cover was looks good, cute or pretty. Yes, I am lil 'bit impulsive and visual oriented. The first reason I bought Beats Apart was because the cover  looks instagramable. You know, something that would look pretty if you posted in Instagram. So basically I didn't  know about the writer or the synopsis. I just bought it. But for this time, I was lucky. When I read the first paragraph, I know I would like this book. Beats Apart was written by Alanda Kariza and Kevin Aditya. In generally, it was about a love story within F and M which told alternately by Alanda and Kevin. It was about F and M's feeling while they're apart. How they're facing the loneliness and sense of loss when they can not see each other. They're not only learned how to fight that but also how to face their fears. F who secretly missed M ...

Celoteh Rindu

Rindu Aku rindu Dua kata yang kupikir hanya ilusi Sampai kau hadir Tersenyum didepanku Pernah ku mengabaikanmu Tak mengindahkan hadirmu Kemana dulu kamu pergi? Kemana dulu aku pergi? Lalu kenapa kemarin itu kita bertemu? Aku rindu Banyak waktu yang terbuang Bolehkah kita mulai lagi? Menata kembali waktu untuk kita nikmati bersama Karna ada rindu yang harus segera kita kerjakan *** Imajinasi Imajinasiku mampu menghadirkanmu Duduk disebelahku memandangi hujan Imajinasiku mampu menjemputmu pulang Memelukmu erat tanpa mau lepas Kubiarkan kau bersemayam lebih lama Menikmati waktu yang kita punya Bukan kita Mungkin hanya aku Ruang imajilah yang mengizinkan kita untuk bersua Ruang tak kasat mata Tempat beribu emosi saling bertemu Imajinasiku. *** Ruang waktu Saat denganmu tak pernah kuinginkan habiskan waktu Bagaimana jika waktu telah kita habiskan? Apakah kau tetap ingin bertemu denganku? Saat denganmu tak pernah kuinginkan membunuh waktu Karena dengan wakt...
Dia yang pergi jauh Kembali pulang dengan senyum baru Memori baru untuk diceritakan Apa kabarmu? Lama dirimu bertahan di sana Mencari apa yang kau inginkan Bergelut dengan pencarianmu Rindukah? Kehangatan rumah yang kau tinggalkan Kebisingan kota yang kau jauhi Udara kering yang kau abaikan Pergi lagi? Mungkin di sana telah ada orang yang telah kau bagikan sebagian mimpimu Mungkin di sana telah ada kau jadikan tempatmu berpulang Pelukan terakhir? Kuyakini kau akan kembali Walau dengan celoteh dan senyum yang mungkin berbeda Cara pandang hidup yang tak lagi sama Menunggumu kah? Waktuku terbatas Waktumu melaju kencang Kita tak butuh waktu yang banyak Kita hanya butuh ruang dan waktu tanpa jeda Tanpa batas Linimasa

Hi, again.

This is an epic week for me. Setelah hampir 15 tahun nggak ketemu, akhirnya gue ketemu lagi sama temen-temen SD. What a reunion! Kebaperan Cinta-Rangga di film AADC2 (yang nggak ketemu 9 taun) nggak ada apa-apanya dibanding kebaperan gue ketemu temen-temen SD gue. Gue termasuk yang paling nggak update kabar dari temen-temen SD. Well, jaman dulu lulus SD belum ada tuh media sosial. Jadi kalau mau menjalin silahturahmi yang mesti telepon atau nyamperin ke rumah temen lo itu. Dan..sayangnya, rumah gue itu jauh dari lingkungan rumah temen-temen gue. Jadi ya singkat cerita, gue ilang kontak sama sekali sampe akhirnya Mark Zuckerberg meluncurkan Facebook. So thanks Mark! Mulai deh dari situ mencoba menjalin kontak dengan mereka. Facebook sangat membantu gue untuk tau kabar mereka tanpa perlu gue sering "ngobrol" sama mereka. Yah..liat aja statusnya, foto-fotonya. Ketauanlah ya gimana hidup mereka. Jadi berasa akrab aja sama mereka. Di dunia maya. Walaupun baru sedikit, tapi ...

Iri

Apa rasanya jadi kamu, dicintai sepenuhnya, dikagumi sebegitu hebat, ditatap begitu dalamnya? Apa rasanya jadi kamu, selalu ada yang membantumu di belakang, tanpa pamrih, tanpa pernah pergi? Apa rasanya jadi kamu, tetap berdiri di sana, seakan hidup selalu berjalan lurus? Aku tidak akan pernah jadi kamu Karena kamu telah acuh tidak peduli dan pergi Aku tidak akan pernah jadi kamu Karena untuk jadi kamu, aku harus punya  kekuatan untuk terus berpura-pura semua baik baik-baik saja Aku tidak akan pernah jadi kamu Karena kamu telah memilih Dan aku tahu rasanya menjadi yang bukan pilihanmu Jakarta, 1 Mei 2016 Liris

Why I (or maybe you) should write?

Sebenernya gue suka nulis udah lama banget. Maybe since I was 9 or 10 yo. Pertama kali gue mulai nulis adalah nulis diary. Hahaha. Ketahuan deh ya gue angkatan berapa. My first diary named Rank. Nggak tahu alasannya apa. But it stood by myself for long time until I found Blog. Keluarga gue termasuk keluarga yang senang menulis. Papa pernah jadi penulis freelance di majalah Gadis di awal tahun 80an. Mama, walaupun belum pernah menulis sebuah cerita, tapi tulisan resep makanan koleksinya jangan ditanya. She needs the whole drawers for her receipts. My big sister is also a writer. Awal tahun ini dia baru aja launch buku parenting. See? Menulis kayaknya udah jadi habit di keluarga gue. Ada banyak alasan kenapa gue memilih menulis dibandingkan kegiatan motorik halus lainnya. Mungkin nanti setelah baca, lo juga tertarik untuk mulai menulis. Talk Less, Write More Percaya atau nggak, dulu gue adalah orang yang paling males ngomong. Berharap banget telepati itu beneran ada di diri g...

#runawayproject ? #writetoheal ?

  Untuk beberapa orang yang follow Instagram account gue atau temenan sama gue di Path, mungkin udah sering lihat posting -an gue tentang #runawayproject dan #writetoheal. Sebenernya keduanya adalah kegiatan menulis yang sedang gue lakuin. Keduanya berbeda tapi saling mendukung satu sama lain. Kegiatan menulis gue dimulai dengan #writetoheal terlebih dahulu, dilanjutkan dengan #runawayproject.Jadi, apa sih bedanya antara #wirtetoheal dan #runawayproject? Kalau sama-sama kegiatan menulis, kenapa dibuat berbeda? I will tell you.. #writetoheal. Seperti yang pernah gue tulis di blog ini tentang write to heal , ini adalah kegiatan menulis selama 20 menit tanpa jeda, tanpa perlu banyak berpikir, we just write anything that came out from our mind . Kegiatan menulis ini, akhirnya dipakai sebagai salah satu terapi. Yang pertama kali mengusung write to heal ini adalah salah seorang profesor bernama Pennebaker. Menurut Pennebaker, setiap orang itu pasti memiliki pengalaman emosi....

Intenation Women's Day. #pledgeforparity

(This picture is taken from IWD official website) Did you know, 8th March is an International Women's Day? A day to celebrate women all around the world. Sounds huge, right? The theme for this year is #pledgeforparity. You can search the information, the campaign or the event on internationalwomansday.com.  Pledge for parity. It's kinda like a gender equality for me. I have been involved in these issues for about 5/6 years. Well, I am not that young as you thought. Haha. It's quite interesting if we talk about a parity. An equality. I am not a feminist. I still have some thought about women and men can support each other to make a better life, a better environment. Hey, it will be bored if there are no men in my life. Haha. :P For my own thought, it's important to women to get the same opportunity to access an education as same as men. Maybe in Indonesia, many young girls have been got an access to education as same as young boys. Some people give ...

Jakarta: the battlefield.

Bene Dion, one of my favorite comic, said that Jakarta is like a Bad Boy in High School. You hate him, but slowly you will love him. I agree with him. Living or working in Jakarta is not my life-planning. I spend almost 6 years lived in Bandung. Even though Bandung is one of a big city in Indonesia, I felt like Bandung more "quite" than Jakarta. Lived in Bandung, you could enjoy every single your breath. You could enjoy every single step while you were walking around. Besides, you could find many ( a lot! much more!) delicious food. Overall, you could enjoy your life peacefully and happily in Bandung. Bandung becomes my second home.  Once I finished my study, I got into REAL LIFE: WORKING LIFE. Huff. I tried to look for jobs in Bandung, but no luck. Huks. So, here I am. I am working in Jakarta, the capital city of Indonesia. The busiest, noisiest and fully pressure city. I thought 1 first month working in this city, I felt homesick. I miss Bandung so much. I thou...