![]() |
Keluarga gue termasuk keluarga yang senang menulis. Papa pernah jadi penulis freelance di majalah Gadis di awal tahun 80an. Mama, walaupun belum pernah menulis sebuah cerita, tapi tulisan resep makanan koleksinya jangan ditanya. She needs the whole drawers for her receipts. My big sister is also a writer. Awal tahun ini dia baru aja launch buku parenting. See? Menulis kayaknya udah jadi habit di keluarga gue.
Ada banyak alasan kenapa gue memilih menulis dibandingkan kegiatan motorik halus lainnya. Mungkin nanti setelah baca, lo juga tertarik untuk mulai menulis.
Talk Less, Write More
Percaya atau nggak, dulu gue adalah orang yang paling males ngomong. Berharap banget telepati itu beneran ada di diri gue. Tapi karena tuntutan kegiatan, akhirnya gue mulai seneng ngomong dan malah jadi kebablasan bawelnya. Jadi menulis adalah sarana satu-satunya untuk mengekspresikan diri gue. Ya kesel, seneng, marah, sedih, kecewa, semuanya gue tulis. Mungkin lo akan jarang menemukan gue marah sampe teriak-teriak pengen diperhatiin gitu. Karena gue akan lebih milih untuk nulis daripada ngomong. Kalo lo mau belajar jadi orang yang sabar, mungkin lo harus mulai membiasakan diri buat menulis.
Keep Focus
Gue ini tipe orang yang lumayan impulsif dan gampang ke distract. Cara yang ampuh supaya gue nggak terlalu impulsif adalah dengan menulis.Mungkin ini kerasanya waktu jaman sekolah dulu ya. Gue termasuk yang rajin nyatet. Karena dulu kalo nggak nyatet gue bawaannya pengen ngelamun aja, berimajinasi. Sampai kerja pun sebenernya gue masih seneng nyatet. Biar inget juga apa aja sih to do list nya. Dengan menulis, gue juga jadi tau apa aja sih hal-hal yang mau gue lakuin. Lebih jelas aja gitu arah hidup gue mau kemana. Jadi gue tau hal apa aja yang harus gue capai. Dan bisa jadi feedback juga sudah sejauh mana perjalanan gue mencapai apa yang gue mau.
Bye bye stress
Karena menulis adalah cara gue untuk berekspresi, akhirnya menulis jadi salah satu cara untuk menghilangkan stress. Seperti yang sering gue bahas di blog ini tentang write to heal, menulis membantu gue untuk me-release stress gue. Gue cuma butuh kertas dan alat tulis aja. Itu udah cukup bikin gue seneng. Dengan nulis, gue bisa mengungkapkan apa pun perasaan gue tanpa takut orang lain tau. Kecuali kalo tulisannya gue publikasi.
Find (more) about myself
Mungkin terdengar klise kalo gue bilang, gue menemukan diri gue dengan menulis. But it happens.Mungkin kalian inget kalau gue punya #runawayproject, proyek menulis yang sedang gue jalanin. Selama prosesnya gue jadi semakin tau gue itu seperti apa. Apa yang gue takutin, gimana gue menghadapi ketakutan itu. Apa yang membuat bahagia, gimana gue bersyukur akan hal itu. Dan hal-hal lainnya.
Dari semua alasan-alasan itu, semuanya mengerucut pada satu hal: happiness, kebahagiaan. Pada akhirnya gue menyadari bahwa apa pun yang lakukan, apa yang gue cari, akan mengarah pada satu tujuan. Sesuatu yang mungkin bagi kalian terasa berlebihan atau apa ya...kedengarannya gue selama ini nggak bahagia. But, if you do your passion well, you must be really know what it means.
Kita punya cara masing-masing untuk bahagia. Buat gue, itu adalah menulis. Yang menurut gue itu sangat sederhana and heals my soul well. Tertarik untuk mulai menulis? :)
Love,
Liris

Comments
Post a Comment