Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2017

Ilusi

Suara denting piano mengingatkanku tentangmu Tentang semua waktu yang kita nikmati bersama Konser musik, kerja larut malam, menonton film atau hanya sekedar minum kopi Mungkin...dulu, hal itu begitu berharga Sampai aku tak ingin berbagi dengan siapa pun Dulu, ingin sekali kuhentikan waktu agar bisa kunikmati waktu bersamamu lebih lama Suara denting piano ini, mengingatkanku padamu Ada kalanya aku menghabiskan malam tanpa tidur Hanya mendengarkan suara piano Berharap kamu benar-benar pergi dariku Dari pikiranku Kini aku menyadari Sejak hari itu Ketika kita bertemu jalan persimpangan Sejak itulah aku membuat ilusi Ilusi tentang hari tanpa hitam Hari tanpa luka Hari tanpa tangis Hari penuh warna Aku ingin melepasmu sekali lagi Menghapus ilusi tentangmu Menikmati waktu tanpamu Karena kurasa aku mampu Membuat hariku penuh warna Bukan hanya dalam pikiran Walau itu bukan dengan kamu

Write to Heal: Sadar Rasa bukan Abai Rasa

Walaupun sudah beberapa kali gue share tebtang write to heal, sekarang gue akan bahas lagi tentang write to heal. Apa itu Write to Heal? Write to heal adalah salah metode menulis yang dilakukan selama 20 menit tanpa jeda. Tujuannya memang untuk healing atau pengobatan. Pengobatan apa? Pengobatan mental. Untuk orang gila maksudnya? Gak semua orang yang gak gila itu sehat secara mental lho. Hehe. Jadi, seperti yang gue jelaskan, metode ini dilakukan hanya selama 20 menit. Selama 20 menit itu kita bebas menulis apa pun, dengan syarat apa yang kita tulis adalah hal yang berhubungan langsung dengan diri kita. Kita akan menulis tanpa jeda. Kita tidak diperbolehkan untuk berhenti sejenak untuk berpikir. Karena metode ini tidak menilai tata bahasa kita, penggunaan tanda baca, dsb. Kita hanya menulis selama 20 menit tanpa berhenti. Kalau di tengah-tengah proses kita ngerasa stuck, biarkan otak dan tangan menuntun kita untuk menulis apa pun. Ada saatnya dalam satu kali sesi write...