Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Pennebaker's Writing to Heal

Salah seorang yang mengusung writing to heal adalah Dr. James Pennebaker. Pennebaker adalah seorang professor di fakultas Psikologi di Universitas Texas, Amerika. Setelah melakukan beberapa kali penelitian tentang terapi menulis, akhirnya dia menemukan "formula" yang pas terkait menulis. Menurut Pennebaker, setiap orang itu pasti memiliki pengalaman emosi. Dan menulis bisa membantu kita untuk fokus pada pengalaman-pengalaman emosi tersebut. Ada beberapa hal yang harus dilakuin selama writing session ini, Like I said before, waktunya hanya 20 menit untuk continously writing. I don't exactly know, why must 20 minutes. Maybe it's the best time we can focus for one thing. Hehe. Dan sebisa mungkin hal-hal yang ditulis adalah pengalaman emosi yang bener-bener dirasain, yang memang related to us directly. Writing session ini sebaiknya dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu berdekatan. Hal ini akan membantu kita untuk lebih menghayati atau fokus pada pengalaman emosi y...

First challenge: start to write

Nggak semua orang suka nulis. Right? So basically, for the first challenge when you have your writing session is start to write. Gue yang udah setahun berhenti untuk nulis, thought that may biggest challenge. Karena gue akan dihadapi (lagi) dengan pikiran dan juga perasaan. Mau gak mau. Sesi pertama write to heal, gue ngerasa banget susah buat nulis. Well, selama ini gue (dan mungkin juga kalian) sering mengetik bukan menulis. Belum lagi penggunaan smartphone yang kebanyakan pakai fungsi touch screen. Physically, it felt hard. Seriously. I wonder when my last writing with my hand. Huhu. Tapi karena gue udah komitmen dalam diri untuk ikut sesi write to heal dengan sukses, jadi yaa..mulai beradaptasi sama keadaan. Hehe. Like I said on my previous post, sesi write to heal itu hanya 20 menit. Selama 20 menit itu gue menulis apa aja yang (mungkin) selama ini mengganggu pikiran dan hati gue. Walaupun awalnya susah banget buat nulis, ternyata setelah dilakukan it felt like 20 minutes isn...

My first Post. ^^

Hi, there. I'm back. This is my very first post. Hhoaahh.. I'm dying for writing. Fyi, I stopped writing for a year. So, I start to write (again) from now. Hope you enjoy my writing. :) Anyway, the reason that I'm coming back is ...well, long story. At my 25th birthday, my very-best-friend, Ibil, bilang kalo gue ini payah. Karna di umur 25 ini I still didn't know what supposed to do. Jeng jeng jeng. Haha. At the same time, I've joined with my office's CSR activities. I learned to write it down every single things that I plan. Dan..ajaibnya gue ngerasa feel better after I write it down. Gue jadi sadar apa yang sebenernya pengen gue lakuin, yang pengen gue achieve in my life. So, thanks bang Ibil. You've made me realize. Haha. After that, my friend, Farida, had wrote about writing session in her Facebook account. Iseng-iseng baca tentang writing session yang dia buat. It's about write to heal. We have to write for 20 minutes continously. Everything that...