Skip to main content

Pennebaker's Writing to Heal

Salah seorang yang mengusung writing to heal adalah Dr. James Pennebaker. Pennebaker adalah seorang professor di fakultas Psikologi di Universitas Texas, Amerika. Setelah melakukan beberapa kali penelitian tentang terapi menulis, akhirnya dia menemukan "formula" yang pas terkait menulis. Menurut Pennebaker, setiap orang itu pasti memiliki pengalaman emosi. Dan menulis bisa membantu kita untuk fokus pada pengalaman-pengalaman emosi tersebut.

Ada beberapa hal yang harus dilakuin selama writing session ini, Like I said before, waktunya hanya 20 menit untuk continously writing. I don't exactly know, why must 20 minutes. Maybe it's the best time we can focus for one thing. Hehe. Dan sebisa mungkin hal-hal yang ditulis adalah pengalaman emosi yang bener-bener dirasain, yang memang related to us directly.

Writing session ini sebaiknya dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu berdekatan. Hal ini akan membantu kita untuk lebih menghayati atau fokus pada pengalaman emosi yang kita tulis sebelumnya. Fyi, untuk beberapa orang, write to heal session ini adalah sesi yang cukup menguras emosi dan energi. Beberapa dari mereka menuliskan hal-hal traumatis yang terjadi dalam hidup mereka. So, that's why untuk kasus-kasus seperti ini beberapa orang membutuhkan waktu untuk menetralisir emosinya kembali.

Selamas sesi, kita nggak perlu khawatir mengenai tata bahasa, kalimat atau kata-kata yang kita tuliskan. So, just write what come out from your mind. Lakukan sesi ini di tempat yang tenang. Jadi kita bisa fokus menulis selama 20 menit. Walaupun kayaknya kita seperti menulis "seenaknya" tetapi sebaiknya hal-hal yang memang bisa kita tangani saat itu. Artinya, kalau kita pengen nulis hal-hal traumatis tapi kita sendiri masih ngerasa belum siap, sebaiknya jangan dilakukan. So write everytime you're ready. :)

Kita bisa melakukan sesi ini bersama-sama atau sendirian. Tapi, balik lagi sama kebutuhan dan kemampuan kita. Mana yang membuat kita lebih nyaman untuk melakukan sesi. Kalau memilih untuk melakukannya bersama, pada akhir sesi kita bisa sharing (optional) dengan catatan siapapun yang hadir saat itu harus menjaga confideantiality. Kenapa? Karena bisa jadi orang yang menceritakan tulisannya adalah seorang yang menulis hal-hal yang mungkin sangat personal. This kind of our respect to others. :)

Okay, for further information about Pennebaker's writing to heal, please click here

Have a great day,

Liris

Comments

Popular posts from this blog

Setapak

Aku ingin berjalan bersamamu menyusuri setapak kehidupan menikmati setiap perjalanannya Aku ingin menggenggam tanganmu agar kita bisa terus jalan beriringan agar saling tahu, bahwa semua akan baik-baik saja Tapi setapakku dan setapakmu harus terpisah Tak ada setapak yang bisa dilalui bersama Aku tak tahu seperti apa setapakku tanpamu Akankah tetap setapak penuh warna atau gelap sendu Setapakku dan setapakmu kian menjauh Tak ada lagi senyum hangat Tak ada lagi genggam menenangkan Tak ada lagi kamu di setapakmu Terima kasih sudah pernah menjadi penyejuk di setapak kecilku ❤ *17 Desember 2018 diantara sesak penumpang TransJakarta **Foto diambil dari sini

Melepasmu

"Is it okay to loving you like this?" Ini adalah pertanyaan yang selalu muncul setiap aku bertemu denganmu. "Am I making you feel uncomfortable? " Adalah pertanyaan selanjutnya ketika kita mulai berbicara. You've been my best friend, my great person and my best inspiration ever had. Kesalahanku adalah membawa perasaan ini lebih jauh. I forgot that your smile and your words weren't only just for me. Aku lupa bahwa itulah caramu berteman. I forgot you just wanted to be a nice friend for everyone. Menyenangkan pernah ada sedikit dalam bagian kehidupanmu. Happy to knew you as a person, as a friend and as a coworkers. Terima kasih untuk selalu ada ketika aku butuh kamu Thank you for never leaving me alone. Maaf kalau aku tidak bicarakan ini secara langsung Today supposed to be our day to meet each other but for any reason you canceled it. Aku akan belajar bahwa melepasmu ada caraku menyayangimu lebih dalam. To loving you much more on my own way. ...

Turning 29!

Huuaaa I’m turning 29 today . Antara bahagia, sedih, bersyukur sampe terharu bisa ada di umur segini. Tahun terakhir sebelum memasuki gerbang umur 30- something #azeeg. going to be 30 something, so what? Sebenernya sama seperti di momen ulang tahun tiap tahunnya. Gue akan lebih banyak berkontemplasi apa hal-hal yang udah gue capai sepanjang hidup, pelajaran apa yang gue dapet tiap tahunnya. Gue selalu berharap bisa jadi orang yang lebih baik dan bermanfaat tiap tahunnya. Hari ini, di umur 29 tahun, gue merasa sangat bersyukur buat segala bentuk nikmat yang Allah kasih. Baik berupa rejeki, kesehatan, temen-temen dan keluarga yang super baik. Ada kalanya sebelum gue mencapai umur 29, gue sering banget ngebandingin diri gue sama orang lain. Terutama yang seumuran.  Kebanyakan orang di umur 29, udah nikah, punya pekerjaan di posisi lumayan tinggi, punya rumah, punya mobil, hidup enak deh intinya. Tapi gue jadi mikir, emang selama ini hidup gue gak enak? Ah, ternyata ...