Skip to main content

My first Post. ^^

Hi, there. I'm back. This is my very first post. Hhoaahh.. I'm dying for writing. Fyi, I stopped writing for a year. So, I start to write (again) from now. Hope you enjoy my writing. :)

Anyway, the reason that I'm coming back is ...well, long story.
At my 25th birthday, my very-best-friend, Ibil, bilang kalo gue ini payah. Karna di umur 25 ini I still didn't know what supposed to do. Jeng jeng jeng. Haha. At the same time, I've joined with my office's CSR activities. I learned to write it down every single things that I plan. Dan..ajaibnya gue ngerasa feel better after I write it down. Gue jadi sadar apa yang sebenernya pengen gue lakuin, yang pengen gue achieve in my life. So, thanks bang Ibil. You've made me realize. Haha.

After that, my friend, Farida, had wrote about writing session in her Facebook account. Iseng-iseng baca tentang writing session yang dia buat. It's about write to heal. We have to write for 20 minutes continously. Everything that we want to write. Tanpa berhenti. Tanpa banyak berpikir. Bener-bener menulis apapun yang ada di pikiran kita. Kita nggak perlu memikirikan tata bahasa, kata-kata yang sesuai atau ejaan yang disempurnakan. Menurut penelitian (okay, I'll do further elaborate about this research), metode ini bisa membantu kita untuk mampu meregulasi emosi. It looks so serious but it's fun. Tiap session nya kita bisa share (kalo emang mau share) tentang tulisan kita. So far, I feel much better after this session.

Dan setelah dipikirkan  secara matang, I want to come back. I wanna blogging again. So here I am. :)

I'll write the next post very soon. Ciao~

Have a nice day,

Liris

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setapak

Aku ingin berjalan bersamamu menyusuri setapak kehidupan menikmati setiap perjalanannya Aku ingin menggenggam tanganmu agar kita bisa terus jalan beriringan agar saling tahu, bahwa semua akan baik-baik saja Tapi setapakku dan setapakmu harus terpisah Tak ada setapak yang bisa dilalui bersama Aku tak tahu seperti apa setapakku tanpamu Akankah tetap setapak penuh warna atau gelap sendu Setapakku dan setapakmu kian menjauh Tak ada lagi senyum hangat Tak ada lagi genggam menenangkan Tak ada lagi kamu di setapakmu Terima kasih sudah pernah menjadi penyejuk di setapak kecilku ❤ *17 Desember 2018 diantara sesak penumpang TransJakarta **Foto diambil dari sini

Melepasmu

"Is it okay to loving you like this?" Ini adalah pertanyaan yang selalu muncul setiap aku bertemu denganmu. "Am I making you feel uncomfortable? " Adalah pertanyaan selanjutnya ketika kita mulai berbicara. You've been my best friend, my great person and my best inspiration ever had. Kesalahanku adalah membawa perasaan ini lebih jauh. I forgot that your smile and your words weren't only just for me. Aku lupa bahwa itulah caramu berteman. I forgot you just wanted to be a nice friend for everyone. Menyenangkan pernah ada sedikit dalam bagian kehidupanmu. Happy to knew you as a person, as a friend and as a coworkers. Terima kasih untuk selalu ada ketika aku butuh kamu Thank you for never leaving me alone. Maaf kalau aku tidak bicarakan ini secara langsung Today supposed to be our day to meet each other but for any reason you canceled it. Aku akan belajar bahwa melepasmu ada caraku menyayangimu lebih dalam. To loving you much more on my own way. ...

Turning 29!

Huuaaa I’m turning 29 today . Antara bahagia, sedih, bersyukur sampe terharu bisa ada di umur segini. Tahun terakhir sebelum memasuki gerbang umur 30- something #azeeg. going to be 30 something, so what? Sebenernya sama seperti di momen ulang tahun tiap tahunnya. Gue akan lebih banyak berkontemplasi apa hal-hal yang udah gue capai sepanjang hidup, pelajaran apa yang gue dapet tiap tahunnya. Gue selalu berharap bisa jadi orang yang lebih baik dan bermanfaat tiap tahunnya. Hari ini, di umur 29 tahun, gue merasa sangat bersyukur buat segala bentuk nikmat yang Allah kasih. Baik berupa rejeki, kesehatan, temen-temen dan keluarga yang super baik. Ada kalanya sebelum gue mencapai umur 29, gue sering banget ngebandingin diri gue sama orang lain. Terutama yang seumuran.  Kebanyakan orang di umur 29, udah nikah, punya pekerjaan di posisi lumayan tinggi, punya rumah, punya mobil, hidup enak deh intinya. Tapi gue jadi mikir, emang selama ini hidup gue gak enak? Ah, ternyata ...