Skip to main content

I keep you - and never let you go

Hobi yang paling bikin gue iri adalah fotografi. Dan pekerjaan yang setengah mati pengen gue coba adalah fotografer. This is how people captured the moments as same as the reality. Dan kamera selalu bisa jadi mata ketiga buat si fotografer. Permainan sudut pandang. How I like it.

Tapi sayangnya, gue cuma jago nulis. Gue cuma bisa meng"capture" momen-momen melalui tulisan. That's why I really love writing. Dan..gue suka banget menulis sesuatu untuk orang lain; postcard, kartu ucapan ulang tahun, farewell messages atau apapun. I wanna let people know about my feelings towards them. Kadang, gue suka kirim email panjang ke temen-temen gue just for saying how grateful I am to have them in my life. Atau kirim-kirim postcard ke orang-orang supaya mereka tahu perjalanan seperti apa yang sedang gue nikmati.

I keep my memories into words. That's the reason sampe sekarang gue masih suka nulis diary. Haha. Well, gak exactly gue nulis "dear diary.." tapi it's better to write my daily stories. Karna dengan begitu gue akan ingat momen-momen yang terjadi dalam hidup gue. Dan..hadirlah blog ini.

Awalnya gue nulis blog karna gue pengen banget sharing ke kalian tentang write to heal. Bagaimana menulis menjadi salah satu cara "penyembuhan". Tapi ujung-ujungnya malah jadi tempat gue curhat pribadi juga. Haha. Mungkin tulisan-tulisan gue jarang banget ada yang baca, tapi sebenernya gue pengen banget bisa berbagi momen-momen hidup gue sama kalian. Gue pengen berbagi memori dengan kalian. Dengan begitu, memori itu akan terus hidup. Dari otak gue, ke otak kalian. Dari otak kalian, ke otak yang lainnya. Ini adalah cara supaya gue tetep bisa "hidup".

"Kenapa nggak bikin buku aja sekalian?" Sering sih dikasih pertanyaan kayak gitu. Jawabannya cuma belum cukup pede untuk bikin buku. Belum siap menghadapi "kekejaman" para editor. Karena yang ada di pikiran gue kok kayak dosen pembimbing gitu ya. Hahaha. Such a trauma gitu buat gue. Pfft.

Jadi ya sementara ini, nulis blog aja dulu. Berbagi momennya disini aja dulu. Lebih jujur aja jadi diri gue karena ya yang nulis gue, yang edit juga  gue. Well, sebenernya jarang juga gue edit-edit tulisan gue. Apa yang muncul pertama kali di otak, biasanya itu yang langsung gue tulis. Jadi mohon maaf ya kalo tata bahasanya juga jadi berantakan. Hehehe.

So, enjoy the stories. :D

Love ya,

Liris Kinasih

Comments

Popular posts from this blog

Setapak

Aku ingin berjalan bersamamu menyusuri setapak kehidupan menikmati setiap perjalanannya Aku ingin menggenggam tanganmu agar kita bisa terus jalan beriringan agar saling tahu, bahwa semua akan baik-baik saja Tapi setapakku dan setapakmu harus terpisah Tak ada setapak yang bisa dilalui bersama Aku tak tahu seperti apa setapakku tanpamu Akankah tetap setapak penuh warna atau gelap sendu Setapakku dan setapakmu kian menjauh Tak ada lagi senyum hangat Tak ada lagi genggam menenangkan Tak ada lagi kamu di setapakmu Terima kasih sudah pernah menjadi penyejuk di setapak kecilku ❤ *17 Desember 2018 diantara sesak penumpang TransJakarta **Foto diambil dari sini

Melepasmu

"Is it okay to loving you like this?" Ini adalah pertanyaan yang selalu muncul setiap aku bertemu denganmu. "Am I making you feel uncomfortable? " Adalah pertanyaan selanjutnya ketika kita mulai berbicara. You've been my best friend, my great person and my best inspiration ever had. Kesalahanku adalah membawa perasaan ini lebih jauh. I forgot that your smile and your words weren't only just for me. Aku lupa bahwa itulah caramu berteman. I forgot you just wanted to be a nice friend for everyone. Menyenangkan pernah ada sedikit dalam bagian kehidupanmu. Happy to knew you as a person, as a friend and as a coworkers. Terima kasih untuk selalu ada ketika aku butuh kamu Thank you for never leaving me alone. Maaf kalau aku tidak bicarakan ini secara langsung Today supposed to be our day to meet each other but for any reason you canceled it. Aku akan belajar bahwa melepasmu ada caraku menyayangimu lebih dalam. To loving you much more on my own way. ...

#runawayproject ? #writetoheal ?

  Untuk beberapa orang yang follow Instagram account gue atau temenan sama gue di Path, mungkin udah sering lihat posting -an gue tentang #runawayproject dan #writetoheal. Sebenernya keduanya adalah kegiatan menulis yang sedang gue lakuin. Keduanya berbeda tapi saling mendukung satu sama lain. Kegiatan menulis gue dimulai dengan #writetoheal terlebih dahulu, dilanjutkan dengan #runawayproject.Jadi, apa sih bedanya antara #wirtetoheal dan #runawayproject? Kalau sama-sama kegiatan menulis, kenapa dibuat berbeda? I will tell you.. #writetoheal. Seperti yang pernah gue tulis di blog ini tentang write to heal , ini adalah kegiatan menulis selama 20 menit tanpa jeda, tanpa perlu banyak berpikir, we just write anything that came out from our mind . Kegiatan menulis ini, akhirnya dipakai sebagai salah satu terapi. Yang pertama kali mengusung write to heal ini adalah salah seorang profesor bernama Pennebaker. Menurut Pennebaker, setiap orang itu pasti memiliki pengalaman emosi....