Skip to main content

Prologue: #runawayproject

Dear Alex,

Semua bermula 5 tahun yang lalu. Aku masih mengingatnya dengan sangat jelas bagaimana kita pertama kali bertemu. Ada jeda singkat hingga akhirnya tahu masing-masing nama. Mungkin biasa saja, tidak ada yang istimewa. Tapi itu dulu. Kalau kita percepat waktu sampai hari ini, banyak hal berubah. Mungkin hanya aku. Tapi mungkin juga kamu. Ketika sapa terasa berbeda dan senyum berarti lain. Tatap mata yang juga berubah. Kita masih bersama. Tapi untuk pertama kalinya, aku ingin kita berpisah, berjauhan. Untuk pertama kalinya, aku takut akan perasaanku sendiri. Aku mencinta sekaligus takut kehilanganmu.


Aku selalu mencari alasan bagaimana supaya kamu tidak lagi hadir. Tapi ini sulit. Sama sulitnya menghapus semua percakapan kita di Whatsapp, mengganti profile picture atau melihat foto-foto Instagrammu. Ini sulit. Tapi aku ingin bisa. Bisa menjauh dari kamu. Aku hanya perlu satu keberanian untuk menjauh darimu. 

Meninggalkanmu.


Karin.

==

Dear Alex,

It all began 5 years ago. I still remember it very clearly how we first met. There was a short silent until we know each other's names. There was nothing special. But If we can fast-forward the time to this day, I would say there are many things changed. Maybe just me. But maybe to you. When greetings and smile become another meaning. The way I look at you, change as well. We are still together. But for the first time, I want us to be apart, far apart. For the first time, I am scared of my own feelings. I am loving you but also too scared of losing you.

I always look for any excuses so you won't show up again. But it's hard. As hard as to delete our chats in Whatsapp, change the profile picture and look at your photos on Instagram. It's hard. But I want to be able to. I want to able to stay away far from you. I just need one courage to make it real.

I should leave you.

Karin.





Photo is taken from here


Comments

Popular posts from this blog

Setapak

Aku ingin berjalan bersamamu menyusuri setapak kehidupan menikmati setiap perjalanannya Aku ingin menggenggam tanganmu agar kita bisa terus jalan beriringan agar saling tahu, bahwa semua akan baik-baik saja Tapi setapakku dan setapakmu harus terpisah Tak ada setapak yang bisa dilalui bersama Aku tak tahu seperti apa setapakku tanpamu Akankah tetap setapak penuh warna atau gelap sendu Setapakku dan setapakmu kian menjauh Tak ada lagi senyum hangat Tak ada lagi genggam menenangkan Tak ada lagi kamu di setapakmu Terima kasih sudah pernah menjadi penyejuk di setapak kecilku ❤ *17 Desember 2018 diantara sesak penumpang TransJakarta **Foto diambil dari sini

Melepasmu

"Is it okay to loving you like this?" Ini adalah pertanyaan yang selalu muncul setiap aku bertemu denganmu. "Am I making you feel uncomfortable? " Adalah pertanyaan selanjutnya ketika kita mulai berbicara. You've been my best friend, my great person and my best inspiration ever had. Kesalahanku adalah membawa perasaan ini lebih jauh. I forgot that your smile and your words weren't only just for me. Aku lupa bahwa itulah caramu berteman. I forgot you just wanted to be a nice friend for everyone. Menyenangkan pernah ada sedikit dalam bagian kehidupanmu. Happy to knew you as a person, as a friend and as a coworkers. Terima kasih untuk selalu ada ketika aku butuh kamu Thank you for never leaving me alone. Maaf kalau aku tidak bicarakan ini secara langsung Today supposed to be our day to meet each other but for any reason you canceled it. Aku akan belajar bahwa melepasmu ada caraku menyayangimu lebih dalam. To loving you much more on my own way. ...

Turning 29!

Huuaaa I’m turning 29 today . Antara bahagia, sedih, bersyukur sampe terharu bisa ada di umur segini. Tahun terakhir sebelum memasuki gerbang umur 30- something #azeeg. going to be 30 something, so what? Sebenernya sama seperti di momen ulang tahun tiap tahunnya. Gue akan lebih banyak berkontemplasi apa hal-hal yang udah gue capai sepanjang hidup, pelajaran apa yang gue dapet tiap tahunnya. Gue selalu berharap bisa jadi orang yang lebih baik dan bermanfaat tiap tahunnya. Hari ini, di umur 29 tahun, gue merasa sangat bersyukur buat segala bentuk nikmat yang Allah kasih. Baik berupa rejeki, kesehatan, temen-temen dan keluarga yang super baik. Ada kalanya sebelum gue mencapai umur 29, gue sering banget ngebandingin diri gue sama orang lain. Terutama yang seumuran.  Kebanyakan orang di umur 29, udah nikah, punya pekerjaan di posisi lumayan tinggi, punya rumah, punya mobil, hidup enak deh intinya. Tapi gue jadi mikir, emang selama ini hidup gue gak enak? Ah, ternyata ...