Skip to main content

In memoriam: Sasrya Harumi

It was takes 5 minutes to start writing. Ternyata banyak hal yang ingin gue ceritain tapi bingung mau mulai dari mana.

Mungkin..gue bukan salah satu temen deket lo. Yah.. tapi seenggaknya hampir setiap hari kita pasti ketemu. Bukan cuma karena kita satu ruangan tapi juga karena kita duduk berdekatan. I always knew when you were upset or happy or exciting or angry. Lo adalah cewek jutek tapi baik hati yang gue kenal. Sering banget nyinyir tapi abis itu nawarin coklat ke gue. Hahaha. Hampir tiap hari kita sarapan bareng. Menu sarapan lo selalu sama. Roti plus coklat meses 2 tangkep di potong kotak-kotak di taruh di tempat makan bening. Lo bakal langsung bikin milo anget begitu masuk pantry. I remember that. :)

Setiap jam 16.50, lo pasti udah siap-siap pulang. Urutannya, lo beresin tempat makan sama botol minuman lo ke tas warna merah. Tas bekal kita hampir sama. Bedanya gue gambar jerapah, lo gambar burung hantu. Tapi sama-sama warna merah. Setelah itu lo ganti sepatu lo dan beres-beres kertas-kertas yang berserakan di meja lo. Tepat jam 17.00, lo bakal bilang "liris, duluan. Jangan lupa pulang". Hampir tiap hari kayak gitu. Dari mulai sarapan sampe pulang ke rumah.

Kita mungkin nggak sering ngobrol heart to heart. Tapi kita sering banget cerita soal mantan lo. Haha. Lo cerita juga kenapa trus tiba-tiba lo nangis karena dia. Yang gue suka dari lo adalah lo gak pernah malu untuk galau. Lo tuh apa adanya. Jujur banget ke diri sendiri. Gue kangen curhat ke lo. :')

I still remember our last trip to bali. Lo dengan sabarnya ngeladenin gue sama ratna yang pengen banget ke pantai. Terus, obsesi ratna buat di foto di pinggir kolam renang. Gimana ngomel-ngomelnya kita berdua. Ngopi-ngopi sebelum take off. Terus foto-foto kita selama di Bali. Ah, mau liburan lagi rasanya. :)

Ada satu moment kita nyari beasiswa barengan. Browsing info-info beasiswa, comparison antar universitasnya juga. Dan gue inget banget saran lo, "kalo mau sekolah ke luar negeri, better lo ke negara yang bahasa ibu nya adalah bahasa inggris. Biar lo bisa survive.  Lagian males les bahasa lainnya." So we choose, UK. Aahh..pada saat itu udah ngimpi-ngimpi gimana serunya kuliah di UK. :)

And then I realized...itu semua cuma sebagian memori tentang lo. Cuma memori. Gak ada yang bisa bikin lo balik lagi ketemu gue. You have already leaving us. Buat gue, semuanya terjadi dengan cepat. Lo sakit, lo masuk RS dan akhirnya lo "pulang". Is it real? Kadang gue pengen menampik semuanya. Lo masih ada. Lo cuma lagi cuti berlibur aja. Tapi setelah gue liat meja lo, lo emang udah nggak ada dan gak bisa balik lagi.
Gue kangen moment sarapan bareng lo sas. Nyomotin roti lo. Rumpi-rumpi sebelum kerja. Rumpi-rumpi siang di warung pojok yang membernya ganti-ganti. Kangen dijutekin lo, di omel-omelin, di nyinyirin lo. Kangen lo, Sas. I wish I could hug you tightly, Sas. :')

Gue bener-bener kehilangan lo, Sas. Maaf ya kalau selama kenal sama gue, gue nggak memberi manfaat apa-apa ke lo. Maaf kalau mungkin beberapa kali gue buruk sangka ke lo. Terima kasih udah kasih banyak memori buat gue. Supaya gue inget terus, kalau pernah ada satu temen gue yang baik buat gue. Terima kasih untuk semua tawa, canda, omelan, nyinyiran. Bakal terus kangen sama lo, Sas. Baik-baik ya disana. Mudah-mudahan nanti kita bisa ketemu lagii. Tunggu gue ya, Sas. Nanti kita ngerumpi lagi ya.. :")

Sleep well, Sashi.

Love you,

Liris

18/05/2015

Comments

Popular posts from this blog

Setapak

Aku ingin berjalan bersamamu menyusuri setapak kehidupan menikmati setiap perjalanannya Aku ingin menggenggam tanganmu agar kita bisa terus jalan beriringan agar saling tahu, bahwa semua akan baik-baik saja Tapi setapakku dan setapakmu harus terpisah Tak ada setapak yang bisa dilalui bersama Aku tak tahu seperti apa setapakku tanpamu Akankah tetap setapak penuh warna atau gelap sendu Setapakku dan setapakmu kian menjauh Tak ada lagi senyum hangat Tak ada lagi genggam menenangkan Tak ada lagi kamu di setapakmu Terima kasih sudah pernah menjadi penyejuk di setapak kecilku ❤ *17 Desember 2018 diantara sesak penumpang TransJakarta **Foto diambil dari sini

Melepasmu

"Is it okay to loving you like this?" Ini adalah pertanyaan yang selalu muncul setiap aku bertemu denganmu. "Am I making you feel uncomfortable? " Adalah pertanyaan selanjutnya ketika kita mulai berbicara. You've been my best friend, my great person and my best inspiration ever had. Kesalahanku adalah membawa perasaan ini lebih jauh. I forgot that your smile and your words weren't only just for me. Aku lupa bahwa itulah caramu berteman. I forgot you just wanted to be a nice friend for everyone. Menyenangkan pernah ada sedikit dalam bagian kehidupanmu. Happy to knew you as a person, as a friend and as a coworkers. Terima kasih untuk selalu ada ketika aku butuh kamu Thank you for never leaving me alone. Maaf kalau aku tidak bicarakan ini secara langsung Today supposed to be our day to meet each other but for any reason you canceled it. Aku akan belajar bahwa melepasmu ada caraku menyayangimu lebih dalam. To loving you much more on my own way. ...

#runawayproject ? #writetoheal ?

  Untuk beberapa orang yang follow Instagram account gue atau temenan sama gue di Path, mungkin udah sering lihat posting -an gue tentang #runawayproject dan #writetoheal. Sebenernya keduanya adalah kegiatan menulis yang sedang gue lakuin. Keduanya berbeda tapi saling mendukung satu sama lain. Kegiatan menulis gue dimulai dengan #writetoheal terlebih dahulu, dilanjutkan dengan #runawayproject.Jadi, apa sih bedanya antara #wirtetoheal dan #runawayproject? Kalau sama-sama kegiatan menulis, kenapa dibuat berbeda? I will tell you.. #writetoheal. Seperti yang pernah gue tulis di blog ini tentang write to heal , ini adalah kegiatan menulis selama 20 menit tanpa jeda, tanpa perlu banyak berpikir, we just write anything that came out from our mind . Kegiatan menulis ini, akhirnya dipakai sebagai salah satu terapi. Yang pertama kali mengusung write to heal ini adalah salah seorang profesor bernama Pennebaker. Menurut Pennebaker, setiap orang itu pasti memiliki pengalaman emosi....