Skip to main content

Migrain oh migrain

I can't sleep because of migrain. Again. For the late two years,  I often get migrain. Nggak tau kenapa. Karena pola hidup yang mulai gak baik sepertinya. Doh! Well, lama-lama akrab juga sama migrain.

Gue selalu punya masalah dengan bagian tubuh sebelah kiri. Gue (hampir) selalu migrain di kepala sebelah kiri.  Gue pernah patah tulang di jari tangan sebelah kiri.  Gue punya masalah sama lambung, which is berada di bagian tubuh sebelah kiri. Dan...hidup gue cenderung ke kiri. Haha.

Lo pernah ikut tes grafis, baik tulisan atau gambar? Well, tes grafis biasanya dilakukan untuk mengetahui kepribadian seseorang. Baik gambar atau tulisan, even my own signature, rata-rata condong ke kiri. Berdasarkan buku primbonnya anak Psikologi, itu artinya gue punya "masalah" yang berkaitan dengan masa lalu. Yah..bahasa gaulnya, gue orang yang susah move on. Bahaha.  Bener nggak ya? Hem..

Gue punya pemikiran bahwa apa yang menjadikan diri gue hari ini adalah akibat dari apa yang terjadi di hari-hari sebelumnya. Yah..di dalam pemikiran gue, terlalu berlebihan sih ya.. Sampe akhirnya susah move on. Doh! Lagi-lagi, kalo menurut primbonnya Psikologi, gue ini aliran psikoanalisa. Hobinya nyalahin masa lalu melulu. Bahaha.

Nggak pengen kayak gini sih. Suer deh. Pengen lebih visioner aja. Fight for my own future. Lebih tahu lagi apa sih rencana hidup gue. Biar gak gini-gini aja. Biar bisa move on. Gue tahu sih, ini butuh effort. Secara ini udah mendarah daging ya kan di dalam diri. Butuh dobrakan besar dalam hidup gue.

Anyway, karena otak gue diajak berpikir keras (yak elah, nulis beginian aja mikir keras), akhirnya gue ngantuk. Hoahm. Okeh deh. Semoga migrain di kepala gue ini cepet ilang. Walaupun udah akrab but please jangan posesif gini deh, migrain.

Selamat tidur guys. Have a nice dream. :)

Liris Kinasih

Comments

Popular posts from this blog

Setapak

Aku ingin berjalan bersamamu menyusuri setapak kehidupan menikmati setiap perjalanannya Aku ingin menggenggam tanganmu agar kita bisa terus jalan beriringan agar saling tahu, bahwa semua akan baik-baik saja Tapi setapakku dan setapakmu harus terpisah Tak ada setapak yang bisa dilalui bersama Aku tak tahu seperti apa setapakku tanpamu Akankah tetap setapak penuh warna atau gelap sendu Setapakku dan setapakmu kian menjauh Tak ada lagi senyum hangat Tak ada lagi genggam menenangkan Tak ada lagi kamu di setapakmu Terima kasih sudah pernah menjadi penyejuk di setapak kecilku ❤ *17 Desember 2018 diantara sesak penumpang TransJakarta **Foto diambil dari sini

Melepasmu

"Is it okay to loving you like this?" Ini adalah pertanyaan yang selalu muncul setiap aku bertemu denganmu. "Am I making you feel uncomfortable? " Adalah pertanyaan selanjutnya ketika kita mulai berbicara. You've been my best friend, my great person and my best inspiration ever had. Kesalahanku adalah membawa perasaan ini lebih jauh. I forgot that your smile and your words weren't only just for me. Aku lupa bahwa itulah caramu berteman. I forgot you just wanted to be a nice friend for everyone. Menyenangkan pernah ada sedikit dalam bagian kehidupanmu. Happy to knew you as a person, as a friend and as a coworkers. Terima kasih untuk selalu ada ketika aku butuh kamu Thank you for never leaving me alone. Maaf kalau aku tidak bicarakan ini secara langsung Today supposed to be our day to meet each other but for any reason you canceled it. Aku akan belajar bahwa melepasmu ada caraku menyayangimu lebih dalam. To loving you much more on my own way. ...

Turning 29!

Huuaaa I’m turning 29 today . Antara bahagia, sedih, bersyukur sampe terharu bisa ada di umur segini. Tahun terakhir sebelum memasuki gerbang umur 30- something #azeeg. going to be 30 something, so what? Sebenernya sama seperti di momen ulang tahun tiap tahunnya. Gue akan lebih banyak berkontemplasi apa hal-hal yang udah gue capai sepanjang hidup, pelajaran apa yang gue dapet tiap tahunnya. Gue selalu berharap bisa jadi orang yang lebih baik dan bermanfaat tiap tahunnya. Hari ini, di umur 29 tahun, gue merasa sangat bersyukur buat segala bentuk nikmat yang Allah kasih. Baik berupa rejeki, kesehatan, temen-temen dan keluarga yang super baik. Ada kalanya sebelum gue mencapai umur 29, gue sering banget ngebandingin diri gue sama orang lain. Terutama yang seumuran.  Kebanyakan orang di umur 29, udah nikah, punya pekerjaan di posisi lumayan tinggi, punya rumah, punya mobil, hidup enak deh intinya. Tapi gue jadi mikir, emang selama ini hidup gue gak enak? Ah, ternyata ...